YPWI Kolaka

YPWI Kolaka

Kamis, 05 Maret 2026

SD dan SMP Wihdatul Ummah Kolaka Bersinar, Meraih Prestasi di Gema Ramadhan 1447 H

SD dan SMP Wihdatul Ummah Kolaka Bersinar, Meraih Prestasi di Gema Ramadhan 1447 H

Kolaka – Semangat Ramadhan benar-benar terasa bergetar. Suara adzan yang menggema, lantunan ayat suci yang mengalun penuh kekhusyukan, hingga bacaan tartil yang meresap ke hati menjadi saksi lahirnya prestasi membanggakan di ajang Gema Ramadhan 1447 H Lingkup Kementerian Agama Kabupaten Kolaka.


Di tengah kompetisi yang penuh nuansa Qur’ani tersebut, siswa-siswi dari SD Islam Terpadu Wihdatul Ummah Kolaka dan SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Kolaka, yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Kolaka (YPWI Kolaka), tampil percaya diri dan membuktikan kualitasnya.

Alhamdulillah, torehan prestasi itu pun tercatat indah:

  • Muh Zaki Waldan – Juara 2 Lomba Adzan (SD)
  • Muh Al-Fath – Juara 2 Lomba Hafalan Qur’an Putra (SD)
  • Muh Dzikri Danadyaksa – Juara 3 Hafalan Qur’an Putra (SD)
  • Putri Kenara Khoir – Juara 3 Hafalan Qur’an Putri (SD)
  • Rahmi Maulida – Juara 3 Tartil Qur’an (SD)
  • Muhammad Raihan, juara 1 cabang lomba Adzan (SMP)
  • Akhwan Humaid, juara 2 cabang lomba Tartil Qur'an  (SMP)

Prestasi ini bukan sekadar angka dan piala. Ia adalah buah dari proses panjang: murojaah yang tak kenal lelah, latihan yang disiplin, serta doa yang tak pernah putus.

Gema Ramadhan tahun ini menjadi bukti bahwa generasi Qur’ani Kolaka terus tumbuh — bukan hanya cerdas dalam akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai dan akhlak.

Semoga capaian ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh pelajar untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjadikannya cahaya dalam langkah, dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum lahirnya prestasi-prestasi berikutnya. 

Senin, 22 September 2025

Perkuat Kualitas Guru, Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Kolaka Hadirkan Program “Hari Belajar Guru”

Perkuat Kualitas Guru, Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Kolaka Hadirkan Program “Hari Belajar Guru”

Kolaka – Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Kolaka menggelar kegiatan sosialisasi “Hari Belajar Guru” pada Sabtu, 20 September 2025. Acara yang dihadiri para guru dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan yayasan tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme.



Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Kolaka, Baso Gama, ST, menyampaikan bahwa mulai Oktober 2025 mendatang akan diaktifkan program khusus setiap hari Sabtu sebagai Hari Belajar Guru. Program ini bertujuan memberikan ruang bagi para guru untuk terus meng-upgrade diri, khususnya dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an.

“InsyaAllah setiap Sabtu, mulai Oktober 2025, kita jadikan hari belajar bersama bagi guru. Fokus utama kita adalah memperbaiki bacaan Al-Qur’an, agar semua guru benar-benar mampu membaca dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Ini penting, karena guru adalah teladan, dan peningkatan kualitas diri harus terus kita lakukan,” ujar Baso Gama dalam sosialisasinya.





Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Kolaka. Selain itu, program ini juga menjadi upaya membangun tradisi belajar yang berkelanjutan di kalangan tenaga pendidik. Dengan demikian, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga terus belajar untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan spiritualitasnya.


Senin, 15 September 2025

SDIT Wihdatul Ummah Kolaka Gelar Pertemuan dan Kajian Orang Tua, Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Keteladanan

SDIT Wihdatul Ummah Kolaka Gelar Pertemuan dan Kajian Orang Tua, Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Keteladanan

KOLAKA – Dalam upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi Qur'ani, SD Islam Terpadu (SDIT) Wihdatul Ummah Kolaka menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Orang Tua Siswa pada hari Sabtu, 13 September 2025. Acara yang bertempat di Masjid Riyadhush Shalihin Kolaka ini dirangkaikan dengan kajian parenting yang bertujuan membekali orang tua dengan ilmu dan motivasi dalam mendidik anak.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Yayasan, Baso Gama, ST. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya proses belajar yang berjalan seimbang antara anak dan orang tua. "Orang tua dan siswa harus sama-sama belajar. Jangan sampai dalam perkembangan zaman, anak menjadi lebih pintar dari orang tuanya, terutama dalam hal adab dan ilmu agama," tegasnya.


Baso Gama menambahkan bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama, di mana sekolah dan rumah harus berjalan beriringan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.


Kajian Parenting: Ayah Ibuku, Teladanku.

Acara inti diisi dengan kajian parenting oleh Ust. Pahruddin, S.Pd.I., M.Pd. yang mengusung tema keteladanan orang tua. Ust. Pahruddin mengingatkan para hadirin bahwa anak-anak merupakan amanah dari Allah SWT dan investasi terbaik untuk akhirat.


“Anak-anak yang sholeh adalah investasi akhirat kita. Kesholehan mereka akan terus mengalirkan pahala bagi orang tuanya,” ujar Ust. Pahruddin.


Ia menguraikan beberapa poin penting mengenai peran orang tua sebagai teladan utama:

Rasulullah Sebagai Teladan Utama: Orang tua harus meneladani cara Rasulullah SAW mendidik keluarga dan para sahabatnya.

Anak Cerminan Orang Tua: "Anak lebih banyak melihat apa yang kita lakukan daripada mendengarkan apa yang kita sampaikan," jelasnya. Ia menekankan bahwa orang tua terkadang hanya fokus mendorong anak untuk menjadi baik, namun lupa untuk memperbaiki diri sendiri.

Kisah Nabi Yusuf: Beliau mengambil ibrah dari kisah Nabi Yusuf AS yang teringat nasihat orang tuanya ketika dihadapkan pada godaan, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh nasihat dan didikan orang tua.

Ibu Sebagai Madrasah Pertama: Ust. Pahruddin menegaskan kembali peran sentral seorang ibu sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya, sementara ayah wajib memberikan keteladanan sebagai pemimpin keluarga.

Tiga Aspek Keteladanan: Ia membagi keteladanan menjadi tiga aspek krusial:

  1. Keteladanan Akidah: Mencontohkan nasihat Luqman kepada anaknya untuk tidak menyekutukan Allah.
  2. Keteladanan Ibadah: Ibadah yang rutin dilakukan orang tua akan direkam dan dicontoh oleh anak.
  3. Keteladanan Akhlak: Menunjukkan perilaku sabar, lemah lembut, dan pemaaf. "Allah memaafkan kesalahan anak-anak, namun orang tua akan dihisab atas pendidikan mereka," tambahnya.

Menurutnya, mengharapkan pendidikan anak berhasil dengan hanya mengandalkan sekolah adalah hal yang mustahil. "Perlu ada koneksi dan kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua, karena guru adalah perwakilan orang tua di sekolah," tutupnya.


Visi Misi dan Program Sekolah

Pada sesi berikutnya, Ust. Akbar, S.TP., S.Pd., selaku Kepala sekolah, memaparkan visi dan misi SDIT Wihdatul Ummah. "Visi kami adalah menjadikan lembaga ini sebagai lembaga pendidikan yang religius dan unggul," paparnya.



Ia menjelaskan bahwa tujuan utama sekolah adalah mendidik siswa agar mampu melaksanakan ibadah dengan baik dan benar, serta memiliki hafalan Al-Qur'an dan hadits sebagai bekal kehidupan mereka. Dalam kesempatan tersebut, Ust. Akbar juga menyampaikan aturan-aturan sekolah, seperti kebijakan seragam, dan membuka sesi diskusi untuk mencari solusi bersama atas berbagai tantangan yang dihadapi siswa.

Pertemuan ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang sama antara pihak sekolah dan orang tua, sehingga terjalin kolaborasi yang solid dalam mendidik siswa-siswi SDIT Wihdatul Ummah menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki akidah yang lurus dan akhlak yang mulia.


Rabu, 30 Juli 2025

 Tingkatkan Kualitas Guru dalam Pembelajaran Al-Qur’an, YPWI Kolaka Gelar Pelatihan Metode Dirosa Anak

Tingkatkan Kualitas Guru dalam Pembelajaran Al-Qur’an, YPWI Kolaka Gelar Pelatihan Metode Dirosa Anak

Kolaka – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah, Departemen Pendidikan DPD Wahdah Islamiyah Kolaka bersama Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah (YPWI) Kolaka menyelenggarakan Pelatihan Pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Dirosa Anak pada Sabtu–Ahad, 26–27 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung SD Islam Terpadu Wihdatul Ummah Kolaka, dan menghadirkan tim Dirosa Anak dari DPP Wahdah Islamiyah sebagai narasumber utama.

Pelatihan ini diikuti oleh para guru Al-Qur’an dan tenaga pendidik dari sekolah-sekolah di bawah naungan YPWI Kolaka. Tujuan utamanya adalah untuk membekali para guru dengan metode pembelajaran Al-Qur’an yang sesuai dengan perkembangan usia anak dan lebih menyenangkan.

Ketua Departemen Pendidikan DPD Wahdah Islamiyah Kolaka, Ustadz Maskab Mutu, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya diacara penutupan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan Al-Qur’an.

“Kita ingin para guru bukan hanya mampu mengajar, tapi juga bisa menginspirasi anak-anak untuk mencintai Al-Qur’an sejak dini. Dirosa Anak adalah metode yang sangat tepat untuk itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Kolaka, Baso Gama, ST. menekankan pentingnya konsistensi guru dalam menerapkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan.

“InsyaAllah pelatihan ini akan menjadi langkah awal. Keberhasilan pendidikan Qur’ani bergantung pada semangat guru yang terus belajar dan membina dengan hati,” jelasnya.

Ustadz Maskab Mutu, S.Pd., M.Pd.


Baso Gama, ST. 

Para narasumber dari tim Dirosa Anak DPP Wahdah Islamiyah juga memberikan berbagai arahan kepada peserta pelatihan. Di antaranya, mereka menekankan pentingnya memahami karakter anak dalam proses pembelajaran, serta bagaimana menjadikan suasana belajar Al-Qur’an sebagai pengalaman yang menyenangkan dan penuh makna.

“Anak-anak belajar bukan hanya dengan mendengar, tapi juga dengan merasakan. Guru harus hadir sebagai teladan, bukan hanya sebagai pengajar,” pesan salah satu narasumber.

Tim Dirosa Anak DPP Wahdah Islamiyah


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru dapat menerapkan metode Dirosa Anak secara efektif dan menjadikan pembelajaran Al-Qur’an lebih hidup serta bermakna di setiap sekolah yang mereka bina.


Kamis, 17 Juli 2025

Dua Alumni SMA IT Wihdatul Ummah Kolaka Tembus Fakultas Kedokteran di Kampus Ternama Makassar

Dua Alumni SMA IT Wihdatul Ummah Kolaka Tembus Fakultas Kedokteran di Kampus Ternama Makassar

Kolaka, 17 Juli 2025  – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Islam Terpadu (IT) Wihdatul Ummah Kolaka. Dua orang siswi alumni sekolah tersebut, Zahwa Az-Zahrah dan Hasmidar, berhasil lolos seleksi masuk Fakultas Kedokteran di dua perguruan tinggi ternama di Makassar.

Zahwa Az-Zahrah diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), sementara Hasmidar diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI). Kedua kampus ini dikenal memiliki standar seleksi yang sangat kompetitif dan menjadi tujuan favorit para calon mahasiswa dari berbagai daerah.

Zahwa Az-Zahrah saat acara penamatan SMA IT Wihdatul Ummah Kolaka

Hasmidar  saat acara penamatan SMA IT Wihdatul Ummah Kolaka



Kepala SMA IT Wihdatul Ummah Kolaka, Andi Sudrajat, S.H., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian luar biasa para alumni tersebut.

“Atas nama keluarga besar SMA IT Wihdatul Ummah Kolaka, Kami memberikan dukungan dan doa kepada Zahwa Az-Zahrah dan Hasmidar. Keberhasilan ini adalah bukti bahwa kerja keras, ketekunan, serta doa yang terus-menerus akan membuahkan hasil. Semoga keduanya menjadi dokter yang amanah dan membawa manfaat besar bagi umat,” ujar beliau.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa SMA IT Wihdatul Ummah Kolaka mampu mencetak lulusan-lulusan unggul yang siap bersaing di dunia akademik, khususnya dalam bidang studi bergengsi seperti kedokteran. Tidak hanya fokus pada akademik, sekolah ini juga dikenal dengan pembinaan karakter islami dan kedisiplinan yang kuat.

Pencapaian Zahwa dan Hasmidar diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya, serta memperkuat citra SMA IT Wihdatul Ummah Kolaka sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu yang berkualitas dan kompetitif di kancah nasional.